Apa kabar hari ini? Semoga tetap semangat belajar, ya!. Pernah nggak sih kamu nonton film lalu spontan bilang, “Wah, filmnya keren, tapi ending-nya kok gitu?” Atau baca buku terus mikir, “Ceritanya seru, tapi bahasanya agak berat.” Nah, tanpa sadar, kamu sudah melakukan resensi, lho.🤭Di pembelajaran kali ini, kita bakal belajar menulis teks resensi dengan cara yang santai, runtut, dan pastinya tetap sopan. Siap? Yuk, kita mulai 🚀
Sebelum mulai menulis teks resensi, coba jawab dulu pertanyaan berikut. Tenang, ini bukan ujian, cuma pemanasan otak 🧠🔥
1. Langkah pertama yang paling tepat sebelum menulis teks resensi adalah …
2. Agar teks resensi tersusun runtut, penulis perlu terlebih dahulu …
3. Bagian teks resensi yang memberikan gambaran umum isi karya adalah …
4. Kalimat yang paling tepat digunakan dalam teks resensi adalah …
5. Agar penilaian tidak bersifat menjatuhkan, sebaiknya …
Sebelum masuk ke materi inti, yuk kita pahami dulu tujuan pembelajaran hari ini. Supaya belajarnya nggak asal lewat, kamu tahu arah dan target yang ingin dicapai 😉 Klik setiap tujuan kalau kamu sudah siap mencapainya!
Kalau tujuan pembelajaran ini sudah kamu pahami, sekarang saatnya kita lanjut ke materi utama tentang teks resensi. Tenang saja, materinya ringan, bahasanya santai, dan pastinya dekat dengan kehidupanmu sehari-hari 📘✨
Sekarang kita masuk ke inti pembelajaran 📘 Pada bagian ini, kamu akan memahami konsep teks resensi secara bertahap, mulai dari pengertian hingga contoh. Yuk, klik satu per satu subjudulnya!
Teks resensi adalah teks yang berisi penilaian terhadap suatu karya, seperti buku, film, cerpen, atau tayangan digital. Melalui teks resensi, penulis menyampaikan pendapatnya tentang kualitas suatu karya dengan bahasa yang santun dan disertai alasan yang logis. Jadi, resensi bukan sekadar komentar, tetapi juga pertimbangan bagi pembaca atau penonton sebelum menikmati karya tersebut.
Agar tulisanmu tidak loncat-loncat dan mudah dipahami, teks resensi disusun dengan struktur berikut.
Orientasi merupakan bagian pembuka yang berfungsi memperkenalkan karya yang diresensi. Pada bagian ini, penulis menyampaikan judul karya, penulis atau pembuat, jenis karya, serta gambaran umum atau kesan awal terhadap karya tersebut agar pembaca memiliki gambaran awal.
Sinopsis berisi ringkasan isi karya secara singkat, jelas, dan runtut. Bagian ini hanya memuat gambaran utama cerita tanpa mengungkap seluruh isi karya, sehingga pembaca tidak merasa terkena spoiler 🚫.
Evaluasi adalah bagian yang memuat penilaian terhadap karya, baik kelebihan maupun kekurangannya. Penilaian disampaikan secara objektif dan disertai alasan yang logis agar pendapat penulis tidak terkesan asal atau menjatuhkan.
Penilaian atau penutup merupakan bagian akhir teks resensi yang berisi simpulan dari keseluruhan penilaian. Pada bagian ini, penulis juga dapat memberikan rekomendasi mengenai kelayakan karya untuk dibaca atau ditonton.
Dalam menulis teks resensi, kamu perlu memperhatikan ciri kebahasaannya berikut ini.
- Menggunakan kata sifat penilaian, seperti menarik, lemah, inspiratif, atau membosankan.
- Menyertakan alasan yang logis untuk mendukung pendapat yang disampaikan.
- Menggunakan bahasa yang santun dan objektif, bukan emosional atau berlebihan.
Ingat, resensi itu menilai karya, bukan menjatuhkan karya 😉 Kritis boleh, asal tetap beretika.
Menulis resensi itu nggak seseram yang dibayangkan, kok 😄 Asal tahu triknya, kamu bisa menilai karya dengan percaya diri tanpa takut salah.
- Pilih karya yang benar-benar kamu pahami
- Susun kerangka sebelum menulis
- Sampaikan pendapat disertai alasan
- Nilai secara seimbang
- Gunakan bahasa yang santun dan nyaman dibaca
Kalau tips ini kamu terapkan, menulis resensi bakal terasa lebih ringan dan menyenangkan ✨
Sekarang saatnya melihat contoh nyata agar kamu tidak hanya paham teori, tetapi juga tahu bagaimana menerapkannya dalam tulisan. Perhatikan contoh resensi film berikut dengan saksama, ya!
Contoh ResensiFilm Ngeri-Ngeri Sedap adalah film drama keluarga Indonesia yang disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk dan dirilis pada tahun 2022. Film ini mengangkat konflik keluarga Batak yang sarat nilai budaya serta hubungan antara orang tua dan anak yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Cerita berfokus pada Pak Domu dan Mak Domu yang merindukan anak-anaknya yang memilih merantau dan jarang pulang ke kampung halaman. Demi mempertemukan kembali keluarganya, mereka berpura-pura akan bercerai. Rencana tersebut justru memunculkan berbagai konflik keluarga yang dibalut dengan humor dan emosi.
Kelebihan film ini terletak pada cerita yang sederhana tetapi menyentuh, akting para pemain yang natural, serta dialog yang terasa realistis. Selain itu, unsur komedi mampu menghibur tanpa menghilangkan pesan moral. Namun, pada beberapa bagian, alur cerita terasa agak lambat dan konflik yang disajikan relatif mudah ditebak.
Secara keseluruhan, film Ngeri-Ngeri Sedap layak ditonton karena menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi, kasih sayang, dan saling pengertian dalam keluarga. Film ini direkomendasikan untuk remaja hingga orang dewasa sebagai bahan refleksi kehidupan keluarga.
Kerjakan LKPD berikut dengan sungguh-sungguh. Tuliskan jawaban secara runtut, objektif, dan menggunakan bahasa Indonesia yang santun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar